Riset Mahasiswa PBSI UM Buton tentang Nilai Sosial dalam Sastra Terbit di Jurnal Terakreditasi Nasional
BAUBAU – Prestasi akademik kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton). Hasil penelitian mahasiswa atas nama Zidan Lariyos berhasil dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 4, menandai kontribusi nyata mahasiswa dalam pengembangan kajian sastra dan pendidikan di Indonesia.
Artikel ilmiah yang dipublikasikan berjudul “Nilai-Nilai Sosial dalam Cerpen Ujian Tabib Karya Linda Christanty dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar di SMA”. Penelitian tersebut disusun di bawah bimbingan Maryam Nurlaila, S.S., M.Pd. dan Nazriani, S.Pd., M.Pd. sebagai bagian dari komitmen Program Studi PBSI dalam mendorong mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pendidikan.
Penelitian ini mengkaji nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerpen Ujian Tabib karya Linda Christanty serta relevansinya sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Kajian tersebut berangkat dari pentingnya pemanfaatan karya sastra sebagai media pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi, tetapi juga mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Ujian Tabib memuat empat aspek utama nilai sosial, yaitu hubungan manusia dengan sesama, hubungan dengan lingkungan sosial, sistem kepercayaan dan norma sosial, serta konflik sosial. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai sarana estetis, tetapi juga sebagai medium pembelajaran nilai-nilai kehidupan yang dekat dengan realitas sosial masyarakat.
Selain itu, penelitian menemukan bahwa cerpen Ujian Tabib memiliki relevansi yang kuat sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia kelas XI SMA, khususnya pada materi yang mendorong peserta didik untuk memahami dan menganalisis nilai-nilai kehidupan melalui karya sastra. Nilai solidaritas, empati, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian terhadap lingkungan yang terkandung dalam cerpen dinilai mampu mendukung penguatan pendidikan karakter di sekolah.
Tidak hanya itu, penggunaan cerpen tersebut dalam proses pembelajaran juga berpotensi mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa. Melalui analisis tokoh, konflik, dan pesan sosial yang terkandung dalam cerita, peserta didik dapat membangun pemahaman yang lebih mendalam terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Keberhasilan publikasi ini menjadi bukti meningkatnya budaya akademik dan produktivitas penelitian mahasiswa di lingkungan UM Buton. Publikasi pada jurnal nasional terakreditasi merupakan salah satu indikator kualitas luaran pendidikan tinggi sekaligus menunjukkan bahwa hasil penelitian mahasiswa memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan.
Capaian tersebut juga sejalan dengan upaya Universitas Muhammadiyah Buton dalam mendukung penguatan budaya riset di perguruan tinggi. Melalui penelitian dan publikasi ilmiah, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah, menghasilkan pengetahuan baru, serta memberikan solusi terhadap berbagai isu pendidikan dan sosial yang berkembang di masyarakat.
Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Pengembangan bahan ajar yang berbasis nilai sosial dan karakter merupakan bagian penting dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada pembangunan manusia.
Keberhasilan Zidan Lariyos diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif melakukan penelitian dan mempublikasikan hasil karya ilmiah. Dengan semakin meningkatnya publikasi mahasiswa, UM Buton optimistis dapat memperkuat reputasi akademik institusi sekaligus memperluas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan di tingkat nasional.