Workshop Kurikulum UM Buton Perkuat Implementasi OBE dan MBKM untuk Tingkatkan Mutu Lulusan
BAUBAU, Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton)
terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui
penyelenggaraan Workshop dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum yang
berlangsung pada 12–13 Agustus 2025 di Aula Gedung Korea UM Buton. Kegiatan ini
menjadi bagian dari upaya strategis universitas untuk memastikan kurikulum yang
diterapkan di setiap program studi tetap relevan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta kebijakan pendidikan nasional.
Workshop yang diikuti para ketua program studi dan dosen di
lingkungan UM Buton tersebut menghadirkan akademisi dari Universitas
Muhammadiyah Purwokerto, Prof. Drs. Ahmad, M.Pd., Ph.D., sebagai narasumber
utama. Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan penguatan mengenai pengembangan
kurikulum berbasis luaran pembelajaran (Outcome-Based Education/OBE) dan
implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UM Buton, Dr.
Ernawati Malik, SE., M.Ak., menjelaskan bahwa pembaruan kurikulum menjadi
kebutuhan yang tidak dapat dihindari di tengah perubahan yang berlangsung cepat
pada berbagai sektor. Perguruan tinggi dituntut mampu menghasilkan lulusan yang
tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kompetensi yang
sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, peserta tidak hanya
menerima materi konseptual, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap kurikulum
yang selama ini diterapkan di masing-masing program studi. Melalui diskusi dan
telaah bersama, berbagai aspek yang masih perlu diperkuat berhasil
diidentifikasi sebagai dasar penyusunan kurikulum yang lebih adaptif dan
berorientasi pada kebutuhan masa depan.
Salah satu hasil penting dari workshop tersebut adalah
dimulainya penyusunan dan revisi kurikulum di tingkat program studi. Kurikulum
yang sedang dikembangkan diarahkan untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip OBE
dan MBKM secara lebih komprehensif sehingga proses pembelajaran dapat
menghasilkan capaian lulusan yang terukur dan relevan dengan kebutuhan dunia
kerja.
Selain itu, peserta juga memperoleh pendampingan dalam
menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang selaras dengan kurikulum
baru. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara capaian
pembelajaran, metode pengajaran, serta sistem evaluasi yang diterapkan di
kelas.
Sebagai tindak lanjut, setiap program studi akan
menyampaikan draf kurikulum hasil penyempurnaan kepada narasumber pada 28
Agustus 2025 untuk memperoleh masukan dan evaluasi lanjutan. Langkah tersebut
menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memastikan kualitas kurikulum yang
disusun memenuhi standar akademik dan kebutuhan pemangku kepentingan.
Melalui kegiatan ini, UM Buton berharap dapat menghasilkan
kurikulum yang lebih inovatif, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kualitas
lulusan. Kurikulum yang adaptif diyakini menjadi salah satu kunci penting dalam
memperkuat reputasi perguruan tinggi sekaligus menjawab tantangan dunia
pendidikan yang terus berkembang.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta
untuk mengimplementasikan hasil penyusunan kurikulum di masing-masing program
studi. Komitmen tersebut menjadi pijakan bagi UM Buton dalam mewujudkan
pendidikan tinggi yang unggul, berkualitas, dan relevan dengan tuntutan zaman.
Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UM Buton